Cancer Mammae / Kanker Payudara [ Askep ] 2017

Latar Belakang Masalah

Di Indonesia kanker payudara mendududuki tempat kedua (15,8%) dari sepuluh kanker tebanyak setelah kanker mulut rahim ditempat pertama. Kanker payudara umumnya menyerang wanita yang telah berusia lebih dari 40 tahun. Diperkirakan semakin meningkat di masa yang akan dating (Reksoprodjo dkk, 2010).

Hal ini mungkin disebabkan antara lain oleh gaya hidup yang jauh berbeda, pola makan, polusi lingkungan, penggunaan insektisida, zat zat pengawet, penyedap rasa, pewarna, serta strees yang berkepanjangan. Ditinjau dari tingkat provinsi,Jawa tengah memiliki prevalensi kanker payudara 1,3 dari total penduduk Jawa Tengah.Dari Prevelansi kejadian kanker payudara di jawa tengah,kabupaten Boyolali memiliki pravalensi kanker payudara secara keseluruhan mencapai 0,9%dari jumlah penduduk

Pengertian

Kanker payudara merupakan gangguan dalam pertumbuhan sel normal mammae dimana sel abnormal timbul dari sel-sel normal berkermbang biak dan menginfiltrasi jaringan limfe dan pembuluh darah (Anoname 1, 2012)

Pathofisiologi

Carsinoma mammae berasal dari jaringan epitel dan paling sering terjadi pada sistem duktal, mula-mula terjadi hiperplasi sel-sel dengan perkembangan sel-sel atipik. Sel-sel ini akan berlanjut menjadi carsinoma insitu dan menginvasi stroma. Carsinoma membutuhkan waktu 7 tahun untuk bertumbuh dari sel tunggal sampai menjadi massa yang cukup besar untuk dapat diraba (kira-kira berdiameter1 cm). Pada ukuran itu kira-kira seperempat dari carsinoma mammae telah bermetastasis. Carsinoma mamae bermetastase dengan penyebran langsung ke jaringan sekitarnya dan juga melalui saluran limfe dan aliran darah (Anoname 2, 2002).

Pengkajian

  • Anamnesis

Didahului dengan pencatatan identitas penderita secara lengkap. Keluhan utama dapat berupa masa tumor dipayudara, rasa sakit, cairan pada puting susu, kemerahan, atau keluhan berupa pembesaran getah bening atau tanda metastasis jauh (Reksoprodjo dkk, 2010)

  • Pemeriksaan fisik

Karena organ payudara dipengaruhi oleh faktor hormonal antara lain estrogen dan progesteron maka sebaiknya pemeriksaan payudara dilakukan disaat pengaruh hormonal itu seminimal mungkin yaitu setelah menstruasi lebih kurang satu minggu dari hari pertama menstruasi. Pemeriksaan fisik yang baik dan teliti, ketepatan pemeriksaan untuk kanker payudara secara klinis cukup tinggi (Reksoprodjo dkk, 2010).

Menurut Knight (2001), cara yang digunakan untuk melakukan diagnosis lebih dini dan awal yaitu dengan cara pemeriksaan payudara sendiri secara teratur setiap habis haid harus dilakukan oleh semua wanita yang berusia lebih dari 30 tahun.

  • Pemeriksaan Penunjang

Ada beberapa pemeriksaan penunjang untuk dilakukan diagnostik, yang umumnya hanya dapat dilakukan di Rumah Sakit besar yaitu :

1.   Mammografi

Mammografi ini dapat mendeteksi tumor-tumor yang secara palpasi teraba, jadi sangat baik untuk diagnosis dini dan screening.

2.   Ultrasonografi

Dengan pemeriksaan ini hanya dapat dibedakan lesi solid dan kristik. Pemeriksaan lain dapat berupa termografi, xerografi (Reksoprodjo dkk, 2010).

Diagnosa Keperawatan

Pada pasien dengan Post Operasi kanker payudara akan muncul berbagai macam diagnosa keperawatan, diantara diagnosa tersebut adalah:

  • Nyeri berhubungan dengan agen injuri fisik
  • Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi
  • Resiko terjadinya infeksi berhubungan dengan insisi pembedahan
  • Gangguan citra tubuh berhubungan dengan pembedahan (NANDA, 2002)

DAFTAR PUSTAKA

Anoname 1. 2012. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Nanda,
Yogjakarta: Media Hardi.

Anoname 2. 2012. Asuhan Keperawatan Kanker Payudara. Diakses dari
:http://uangkubanyak-babaturan.blogspot.com/2012/08/asuhankeperawatan-kanker-payudara-ca.html

Depkes RI. 2008. Kasus Kanker Payudara di Indonesia. Diakses dari
:http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1060-jika-tidakdikendalikan-26-juta-orang-di-dunia-menderita-kanker-.htmlses
Dianandra, Rama. 2009. Panduan lengkap mengenal kanker, Jogjakarta: Mirza
Media Pustaka.

Hopkins, Virginia. 2008. Kanker Payudara, Jakarta: Daras Books.

Knight, John. 2001. Wanita Ciptaan Ajaib, Jakarta: Indonesia Publishing House.

Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta: Media Aesculapius.

NANDA International. 2012. Diagnosa Keperawatan Definisi dan Klasifikasi,
Jakarta : EGC.

NANDA. 2002. Buku Saku Diagnosis Keperawatan, Jakarta: EGC.

Purwoastuti, Endang. 2008. Kanker Payudara Pencegahan dan Deteksi Dini,
Yogjakarta: Kanisius.

Reksoprodjo dkk. 2010. Kumpulan kuliah Ilu Bedah, Ciputat Tangerang : EGC.

Smeltzer, Suzanne C.2001. Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddarth,
Jakarta: EGC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *