Preeklamsia Pada ibu hamil [ Askep ]

Pengertian
Preeklamsia adalah kelainan multiorgan spesifik pada
kehamilan yang ditandai dengan adanya hipertensi, edema dan proteinuria tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda kelainan vaskuler atau hipertensi sebelumnya, adapun gejalanya biasanya muncul setelah kehamilan
berumur 20 minggu (Obgynacea, 2009)

Preeklamsia adalah timbulanya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia 20 minggu atau segera setelah persalinan (Mansjoer, 2006)

Preeklamsia adalah hipertensi yang timbul setelah 20 minggu kehamilan disertai dengan proteinuria, penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ketiga dalam kehamilan, atau segera setelah persalinan. ( Prawirohardjo, 2008)

KLASIFIKASI PREEKLAMSIA

Menurut Wiknjosastro (2008), preeklamsia dibagi menjadi :
1. Preeklamsia ringan, bila disertai keadaan sebagai berikut:

  • Tekanan darah 140/90mmHg atau lebih yang diukur pada posisi berbaring terlentang, atau dengan kenaikkan
    diastolic 15mmHg atau lebih,atau kenaikan sistolik 30mmHg atau lebih. Cara pengukuran sekurangkurangnya pada 2 kali pemeriksaan dengan jarak periksa 1jam, sebaiknya 6jam .
  • Edema umum, kaki, jari tangan dan muka serta kenaikkan berat badan 1kg atau lebih setiap minggunya.
  • Proteinuria kwantitatif 0,3 gr atau lebih per liter, kwalitatif 1 + atau 2+ pada urin kateter atau midstream

2. Preeklamsia berat

  • Tekanan darah 160/100 mmHg atau lebih
  • Proteinuria 5gr atau lebih per liter
  • Oliguria, yaitu jumlah urin kurang dari 500 cc per 24 jam.
  • Adanya gangguan serebal, gangguan visus, dan rasa nyeri pada epigastrium.
  • Terdapat edema paru atau sianosis.
  • Keluhan subjektif : nyeri epigastrium, gangguan penglihatan, nyeri kepala, odema paru, dan sianosis
    gangguan kesadaran.
  • Pemeriksaan : kadar enzim hati meningkat disertai
    ikterus, perdarahan pada retina, tromosit kurang dari
    100.000 /mm.

ETIOLOGI
Menurut Bobak (2005), preeklamsia umumnya terjadi pada kehamilan pertama, kehamilan diusia remaja dan
kehamilan wanita diatas 40th, namun ada beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya preeklamsia, faktor tersebut adalah :

  • Riwayat kencing manis, kelainan ginjal, lupus atau rematoid arthritis.
  • Riwayat tekanan darah tinggi yang kronis sebelum
    kehamilan.
  • Kegemukan.
  • Riwayat mengalami preeklamsia sebelumnya.
  • Riwayat preeklamsia pada ibu atau saudara perempuan.
  • Gizi buruk.
  • Gangguan aliran darah ke Rahim.
  • Kehamilan kembarPATOFISIOLOGI

Menurut Mochtar (2011), pada preeklamsia terdapat
penurunan plasma dalam sirkulasi dan terjadi peningkatan hematokri, dimana perubahan pokok pada
preeklamsia yaitu mengalami spasme pembuluh darah, perlu adanya kompensasi hipertensi yaitu suatu usaha untuk mengatasi kenaikan tekanan perifir agar oksigenasi jaringan tercukupi).

Pemeriksaan Penunjang Preeklampsia

Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan darah lengkap :

  • Penurunan hemoglobin (nilai rujukan atau kadar normal hemoglobin untuk wanita hamil adalah 12-14 gr%)
  • Hematokrit meningkat (nilai rujukan 37 – 43 vol%)
  • Trombosit menurun (nilai rujukan 150 – 450 ribu/mm3)

Urinalisis

  • Ditemukan protein dalam urine.

Pemeriksaan Fungsi hati

  • Bilirubin meningkat (N= < 1 mg/dl)
  • LDH ( laktat dehidrogenase ) meningkat
  • Aspartat aminomtransferase (AST) > 60 ul.
  • Serum Glutamat pirufat transaminase (SGPT) meningkat (N= 15-45 u/ml)
  • Serum glutamat oxaloacetic trasaminase (SGOT) meningkat.
  • Total protein serum menurun ( N= 6,7-8,7 g/dl )

Tes kimia darah

  • Asam urat meningkat ( N= 2,4-2,7 mg/dl )

Radiologi

Ultrasonografi

Ditemukan retardasi pertumbuhan janin intra uterus. Pernafasan intrauterus lambat, aktivitas janin lambat, dan volume cairan ketuban sedikit.

Kardiotografi

Diketahui denyut jantung janin lemah.

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan :

  • Gambaran klinik : pertambahan berat badan yang berlebihan, edema, hipertensi, dan timbul proteinuria
  • Gejala subyektif : sakit kepala didaerah frontal, nyeri epigastrium; gangguan visus; penglihatan kabur, diplopia; mual dan muntah.
  • Gangguan serebral lainnya: refleks meningkat, dan tidak tenang
  • Pemeriksaan: tekanan darah tinggi, refleks meningkat dan proteinuria pada pemeriksaan laboratorium

Pencegahan

  • Pemeriksaan antenatal yang teratur dan bermutu secara teliti, mengenali tanda-tanda sedini mungkin (preeklampsi ringan), lalu diberikan pengobatan yang cukup supaya penyakit tidak menjadi lebih berat.
  • Harus selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya preeklampsi kalau ada faktor-faktor predisposisi.
  • Berikan penerangan tentang manfaat istirahat dan tidur, ketenangan, serta pentingnya mengatur diit rendah garam, lemak, serta karbohidrat dan tinggi protein, juga menjaga kenaikan berat badan yang berlebihan.

Komplikasi

Tergantung pada derajat preeklampsi yang dialami. Namun yang termasuk komplikasi antara lain:

Ø  Pada Ibu

  • Eklampsia
  • Solusio plasenta
  • Pendarahan subkapsula hepar
  • Kelainan pembekuan darah (DIC)
  • Sindrom HELPP (hemolisis, elevated, liver,enzymes dan low platelet count)
  • Ablasio retina
  • Gagal jantung hingga syok dan kematian.

Ø  Pada Janin

  • Terhambatnya pertumbuhan dalam uterus dan prematur
  • Asfiksia neonatorum dan kematian dalam uterus
  • Peningkatan angka kematian dan kesakitan perinatal

Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan yang mungkin akan muncul dalam kasus Preeklamsi antara lain :

  1. Resiko tinggi terjadinya kejang pada ibu berhubungan dengan penurunan fungsi organ ( vasospasme dan peningkatan tekanan darah ).
  2. Resiko tinggi terjadinya foetal distress pada janin berhubungan dengan perubahan pada plasenta.
  3. Gangguan rasa nyaman ( nyeri ) berhubungan dengan kontraksi uterus dan pembukaan jalan lahir.
  4. Gangguan psikologis ( cemas ) berhubungan dengan koping yang tidak efektif terhadap proses persalinan.

Daftar Pustaka

Persis Mary Hamilton, (1995), Dasar-dasar Keperawatan Maternitas, EGC, Jakarta

Sulaeman Sastrawinata, (1981), Obstetri Patologi, Elstar Offset, Bandung.

——(1995), Ilmu Penyakit Kandungan UPF Kandungan Dr.Soetomo. Surabaya

NANDA NIC-NOC.2013. AplikasiAsuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis. Jilid I. Diterjemahkan oleh Amin Huda. N, Hardhi Kusuma.Yogyakarta:Media
Action

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *